KAJIAN WACANA 1


Teori Tindak Tutur, Sosiolinguistik Interaksional, dan Etnografi Komunikasi

Kajian merupakan proses, cara, penyelidikan atau mempelajari lebih dalam mengenai suatu hal. Dalam hal ini kajian ditujukan untuk menganalisis sebuah wacana. Di dalam kajian wacana ada beberapa teori yang dapat dipakai untuk mengkaji atau mempelajari lebih dalam mengenai sebuah wacana. Diantaranya, ada teori tindak tutur, teori sosiolingustik interaksional, teori etnografi komunikasi, teori pragmatik, teori analisis percakapan, dan teori analisis variasi. Keeman teori tersebut merupakan alat yang dapat digunakan untuk menganalisis sebuah wacana sesuai dengan bentuk wacana itu sendiri. Dengan adanya pemmbahasan mengenai teori-teori tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas saat seorang peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai wacana.
Tindak tutur merupakan suatu tuturan atau ucapan yang dapat diasosiasikan kedalam lebih dari satu tindakan (Schiffrin, 2007:64). Austin, 1962 (Schiffrin, 2007:64-65) membedakan kalimat menjadi dua berdasarkan maknanya. Kalimat itu ialah kalimat konstatif dan kalimat performatif. Kalimat konstatif adalah kalimat yang isinya berupa pernyataan saja. Sedangkan, kalimat performatif adalah kalimat yang berisi tindakan atau perlakuan. Kalimat yang berisi pernyataan maksudnya adalah suatu kalimat hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi yang apabila didengarkan oleh orang lain, maka pendengar tersebut tidak harus melakukan apa yang dibicarakan atau dituturkan. Karena dalam kalimat konstatif (pernyataan) tidak ada suatu informasi perintah untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Akan tetapi, sebaliknya jika kalimat tersebut merupakan kalimat performatif maka, pendengar dari ujaran tersebut diharapkan mau melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh sang penutur.
Tidak jauh berbeda dengan teori tindak tutur, untuk teori kajian wacana yang kedua, yaitu sosiolinguistik interaksional. Sosiolinguistik interaksional merupakan sebuah teori yang berfokus pada penempatan atau peletakan makna. Gumperz dan Goffman (Schiffrin, 2007:126-136) berpandangan bahwa, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam teori sosiolinguistik interaksional. Gumperz berfokus pada ditempatkanya inference (dugaan). Sedangkan Goffman memberikan kerangka kerja sosiologis. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua pendapat tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk mendeskripsikan dan memahami bentuk serta makna dari suatu konteks sosial dan interpersonal yang dalam cara menganalisisnya mula-mula harus membuat sebuah dugaan agar dapat merumuskan maknanya.
Setelah dari bahasan sosiolinguistik interaksional yang membahas tuturan dalam konteks sosial dan interpersonal sekarang akan dibahas pula mengenai teori etnografi komunikasi. Di mana etnografi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, dan bahasa. Menurut Schiffrin (2007: 261) ancangan kajian etnografi terhadap wacana diperlukan untuk menemukan dan menganalisis struktur-struktur dan fungsi-fungsi dari komunikasi yang mengatur penggunaan bahasa dalam situasi tutur, peristiwa tutur, dan tindak tutur. Suatu komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila seseorang memiliki pengetahuan tentang struktur dan juga fungsi dari bahasa komunikasi tersebut.
Jadi, dari sedikit pembahasan mengenai teori-teori pengkajian wacana yang dikhususkan untuk tiga teori tesebut dapat disimpulkan bahwa, teori tindak tutur merupakan suatu tuturan atau ucapan yang dapat diasosiasikan kedalam lebih dari satu tindakan. Sosiolinguistik interaksional adalah teori yang membahas tuturan dalam konteks sosial dan interpersonal serta cara menempatkan maknanya. Dan yang ketiga adalah teori etnografi komunikasi yang digunakan untuk menganalisis struktur dan fungsi dari komunikasi yang mengatur penggunaan bahasa dalam situasi tutur, peristiwa tutur, dan tindak tutur.

Contoh:
1. Hari ini cuaca sangat panas. (Kalimat konstatif/ pernyataan)
2. Saya akan segera mengembalikan buku itu. (Kalimat performatif/ tindakan)

Daftar Pustaka:
Schiffrin, Deborah. 2007. Ancangan Kajian Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WACANA DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, PERSUASI, DAN NARASI

PRASARAT WACANA