Postingan

MODEL & PENERAPAN ANALISIS WACANA OLEH TEUN VAN DIJK

Model  & Penerapan   A nalisis Wacana Oleh Teun Van Dijk   Van Dijk mengemukakan analisis wacana adalah bangun teoretis yang abstrak. Dengan begitu, wacana belum dapat dilihat sebagai perwujudan fisik bahasa. Adapun perwujudan bahasa adalah teks (Badara, 2013: 16). Dari sekian banyak analisis kritik wacana yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh beberapa ahli model Van Dijk adalah model yang paling banyak dipakai. Hal ini kemungkinan karena Van Dijk mengkolaborasikan elemen-elemen wacana sehingga bisa didayagunakan dan dipakai secara praktis. Model Van Dijk ini sering disebut sebagai “kognisi social”. Nama pendekatan ini tidak dapat dilepasakan Van Dijk. Menurut Van Dijk penelitian atas wacana tidak cukup hanya didasarkan pada analisis teks semata, karena teks hanyalah hasil dari suatu praktik produksi yang harus juga diamati. Dalam hal ini harus dilihat bagaimana suatu teks diproduksi, sehingga diperoleh suatu pengetahuan kenapa teks bsia semacam itu. Jika ad...

ANALISIS WACANA BERDASARKAN PENDAPAT VAN DJIK

Analisis Wacana Berdasarkan Pendapat Van Djik   Kajian Teori mengenai hakikat Analisis Wacana menurut Van Dijk, dikategorikan menjadi 4 bentuk yakni bentuk teks, bentuk kongnisi, bentuk analisis sosial dan bentuk kerangka analisis. Bentuk teks Menurut Van Dijk Teks dibagi menjadi tiga struktur yaitu makro yang berarti makna global/umum dari suatu teks yang adapat diamati dengan melihat topik, superstruktur yang merupakan struktur wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks, dan mikro yang berarti makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil dari suatu teks yakni kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase, dan gambar. Van Dijk juga membagi teks menjadi banyak element yang mana saling berhubungan satu sama lain, yakni tematik, skematik, latar, detil, maksud, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, pra anggapan, grafis, dan metafora. Bentuk kongnisi, Analisis wacana tidak dibatasi hanya pada str...

WACANA DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, PERSUASI, DAN NARASI

Wacana Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi, Persuasi, dan Narasi   Sebagai satuan bahasa dalam komunikasi, wacana dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan komunikasi.   Setiap jenis wacana tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Namun, kenyatannya kelima jenis wacana itu tidak mungkin dipisahkan secara murni. Misalnya, mungkin dalam wacana eksposisi terdapat bentuk deskripsi. Berikut ini dijelaskan secara ringkas klasifikasi wacana.   Menurut Rani (2006:37-38) wacana deskripsi merupakan jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal. Aspek kejiwaan yang dapat mencerna wacana tersebut adalah emosi. Hanya melalui emosi, seseorang dapat membentuk citra atau imajinasi tentang sesuatu. Oleh sebab itu, ciri khas wacana deskripsi ditandai dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan yang bersifat deskriptif, seperti rambutnya ikal, hidungnya mancung, dan matanya biru. Dalam wacana ini biasnya tidak digunaka...

WACANA LISAN & TULISAN (MONOLOG, DIALOG DAN POLILOG)

Wacana Lisan & Tulisan (Monolog, Dialog dan Polilog) Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi, wacana dibedakan menjadi wacana tulis dan wacana lisan. Wacana tulis (written discourse) adalah jenis wacana yang disampaikan melalui media tulisan (Mulyana, 2005: 51). Tarigan (1987: 52) berpendapat bahwa wacana tulis merupakan wacana yang disampaikan secara tertulis melalui media tulis. Sedangkan wacana lisan adalah jenis wacana yang disampaikan secara lisan atau langsung dalam bahasa verbal (Mulyana, 2005:52). Jenis wacana ini sering disebut sebagai tuturan (speech) atau ujaran (utterance). Tarigan (1987: 55), berpendapat bahwa wacana lisan merupakan wacana yang disampaikan secara lisan melalui media lisan. Wacana tulis dapat kita temukan dalam bentuk buku, berita koran, artikel, makalah dan sebagainya, sedangkan wacana lisan misalnya percakapan khutbah, dan siaran langsung di radio atau TV. Ada tiga jenis wacana berdasarkan jumlah peserta yang ikut a...

PRAANGGAPAN, IMPLIKATUR, INFERENSI & DIEKSIS

Praanggapan (Presupposition) , Implikatur, Inferensi & Dieksis Di dalam sebuah wacana juga terdapat banyak kajian yang dibahas. Misalnya, praanggapan, implikatur, inferensi dan dieksis. Apakah itu  praanggapan, implikatur, inferensi dan dieksis? Semua akan dibahas dalam uraian berikut agar lebih memberikan pemahaman tentang wacana dan juga unsur yang membentuk wacana tersebut. Praanggapan memegang peranan penting di dalam menetapkan keruntutan (koherensi) wacana. Menurut Filmore  dalam Rani (2006:168) , dalam setiap percakapan selalu digunakan tingkat-tingkat komunikasi yang implisit atau praanggapan dan eksplisit atau ilokusi. Sebagai contoh ,  ujaran dapat dinilai tida k relevan atau salah bukan hanya dilihat dari segi cara pengungkapan peristiwa yang salah pendeskripsiannya, tetapi juga pada cara membuat praanggapan yang salah. Praanggapan adalah sesuatu yang dijadikan oleh si penutur sebagai dasar penuturnya  (Rani, 2006:170) .   Dalam menafsirkan...