Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

KAJIAN WACANA 2

Teori Pragmatik, Analisis Percakapan & Analisis Variasi Dalam pembahasan yang sebelumnya sudah mengkaji mengenai tiga teori dari enam teori kajian wacana. Kali ini akan dibahas tiga teori lagi yaitu, teori pragmatik, analisis percakapan dan analisis variasi. Tujuan dari pembahasan teori tersebut adalah agar lebih memperjelas pemahaman ketika menggunakan teori-teori tersebut sebagai bahan penelitian dalam kajian wacana. Pragmatik adalah ancangan wacana yang menguraikan tiga konsep (makna, konteks, dan komunikasi) . Pragmatik mengacu pada kajian penggunaan bahasa yang berdasarkan pada konteks. Objek kajian wacana dengan pendekatan ini adalah aspek pragmatik yang terdapat dalam sebuah wacana. Bidang kajian yang berkenaan dengan penggunaan bahasa pada konteks disebut bidang kajian pragmatic adalah deiksis, implikatur percakapan, praanggapan, dan tindak ujaran. Jadi, dalam teori pragmatik ini secara garis besar membahas mengenai makna tuturan secara tersirat yang memiliki kaita...

KAJIAN WACANA 1

Teori Tindak Tutur, Sosiolinguistik Interaksional, dan Etnografi Komunikasi Kajian merupakan proses, cara, penyelidikan atau mempelajari lebih dalam mengenai suatu hal. Dalam hal ini kajian ditujukan untuk menganalisis sebuah wacana. Di dalam kajian wacana ada beberapa teori yang dapat dipakai untuk mengkaji atau mempelajari lebih dalam mengenai sebuah wacana. Diantaranya, ada teori tindak tutur, teori sosiolingustik interaksional, teori etnografi komunikasi, teori pragmatik, teori analisis percakapan, dan teori analisis variasi. Keeman teori tersebut merupakan alat yang dapat digunakan untuk menganalisis sebuah wacana sesuai dengan bentuk wacana itu sendiri. Dengan adanya pemmbahasan mengenai teori-teori tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas saat seorang peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai wacana. Tindak tutur merupakan suatu tuturan atau ucapan yang dapat diasosiasikan kedalam lebih dari satu tindakan (Schiffrin, 2007:64). Austin, 1962 (Schiffrin...

TEKS, KO-TEKS DAN KONTEKS

Teks, Ko-teks, dan Konteks Dalam kegiatan sehari-hari tidak lepas dari unsur-unsur wacana yang diantaranya terdiri dari teks, ko-teks, dan konteks. Namun, tidak semua jenis teks mengandung sebuah wacana. Akan tetapi, dapat dipastikan bahwa setiap wacana dapat diartikan sebagai suatu teks. Sedangkan untuk unsur yang lain seperti ko-teks dan konteks pemahamannya sama dengan kohesi dan koherensi. Tulisan ini akan mengupas lebih lanjut mengenai hubungan teks, ko-teks, dan konteks yang merupakan unsur pembentuk dari sebuah wacana. Teks adalah suatu ujaran yang dihasilkan berdasarkan tindak tutur berupa kalimat, kata dan lainya dalam satuan bahasa lengkap yang bersifat abstrak  ( Kridalaksana , 2011:238 ) . Teks dapat berupa lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, teks memiliki kesatuan bentuk baik melalui lisan dan tulisan sifatnya sama, yakni untuk menyampaikan pesan kepada pembaca atau pendengar. Biasanya teks diwujudkan dalam  sebuah percapakan ataupun   tulisan karang...