ANALISIS WACANA BERDASARKAN PENDAPAT VAN DJIK
Analisis Wacana Berdasarkan Pendapat Van Djik
Kajian Teori mengenai hakikat Analisis Wacana menurut Van Dijk, dikategorikan menjadi 4 bentuk yakni bentuk teks, bentuk kongnisi, bentuk analisis sosial dan bentuk kerangka analisis. Bentuk teks Menurut Van Dijk Teks dibagi menjadi tiga struktur yaitu makro yang berarti makna global/umum dari suatu teks yang adapat diamati dengan melihat topik, superstruktur yang merupakan struktur wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks, dan mikro yang berarti makna wacana yang dapat diamati dari bagian kecil dari suatu teks yakni kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase, dan gambar. Van Dijk juga membagi teks menjadi banyak element yang mana saling berhubungan satu sama lain, yakni tematik, skematik, latar, detil, maksud, koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, leksikon, pra anggapan, grafis, dan metafora.
Bentuk kongnisi, Analisis wacana tidak dibatasi hanya pada struktur teks, karena struktur wacan itu sendiri menunjukkan atau menandakan sejumlah makna, pendapat, dan ideologi. Untuk membokar bagaimana makna tersembunyi dari teks, kita membutuhkan suatu analisis kognisi dan konteks sosial. Ada beberapa macam skema/model, yakni Skema Person (Person Schemas), Skema Diri (Self Schemas), Skema Peran (Role Schemas) dan Skema Peristiwa (Event Schemas). Salah satu elemen yang sangat penting dalam proses kognisi sosial selain model adalah memori. Lewat memori kita bisa berpikir tentang sesuatu yang mempunyai pengetahuan tentang sesuatu pula. Analisis kognisi sosial ada beberapa strategi besar yang dilakukan, yakni seleksi, reproduksi, penyimpulan dan transformasi lokal.
Bentuk Analisis Sosial, Wacana adalah bagian dari wacana yang berkembang dalam masyarakat, sehingga untuk meneliti teks perlu dilakukan analisis intertekstual dengan meneliti bagaimana wacana tentang suatu hal diproduksi dan dikonstruksi dalam masyarakat. Titik penting dari analisis sosial ini adalah untuk menunjukkan bagaimana makna yang dihayati bersama, kekuasaan sosial diproduksi lewat praktik diskursus dan legitimasi. Menurut van Dijk, dalam analisis mengenai masyarakat ini, ada dua poin yang penting : kekuasaan (power), dan akses (acces).
1. Kekuasaan (power),Van Dijk mendefinisikan kekuasaan tersebut sebagai kepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok (atau anggotanya), satu kelompok untuk mengontrol kelompok (atau anggota) dari kelompok lain. Kekuasaan ini umumnya didasarkan pada kepemilikan atas sumber-sumber yang bernilai, seperti uang, status, dan pengetahuan.
2. Akses (acces), Analisis wacana van Dijk, memberi perhatian yang besar pada akses, bagaiamana akses di antara masing-masing kelompok dalam masyarakat. Kelompok elit mempunyai akses yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang tidak berkuasa. Oleh karena itu, mereka yang lebih berkuasa mempunyai kesempatan lebih besar untuk mempunyai kases pada media, dan kesempatan lebih besar untuk mempengaruhi kesadaran khalayak.
Bentuk Kerangka, Baik struktur teks, kognisi sosial, maupun konteks sosial adalah bagian yang integral dalam kerangka van Dijk. Kalau suatu teks mempunyai ideologi tertentu atau kecenderungan pemberitaan tertentu, maka itu berarti menandakan dua hal. Pertama, teks tersebut merefleksikan struktur model mental wartawan ketika memandang suatu peristiwa atau persoalan. Kedua, teks tersebut merefleksikan pandangan sosial secara umum, skema kognisi masyarakat atas suatu persoalan.
Komentar
Posting Komentar